twitter
    Follow Me On Twitter :)
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Januari 2011

Manfaat Jalan Kaki Untuk Kesehatan

Sebuah Studi  mengukuhkan bahwa berjalan dengan tergopoh-gopoh dan bukan jalan santai memang memberi banyak manfaat bagi kesehatan kita. Inilah sembilan manfaat yang dapat diperoleh dari aktivitas jalan kaki

1. Serangan Jantung
Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung. Seperti  Kita ketahui bahwa otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal dalam memompakan darah tanpa henti. maka dari itu,otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan lancar. Nah, dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh akan memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Sehingga kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.

Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang juga terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang.

Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain dengan bergerak badan. Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.

2. Stroke
Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-gopoh terhadap stroke pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, namun dalam beberapa studi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, terlihat bahwa risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.


3. Berat badan stabil
Dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan ikut terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi.

4. Menurunkan berat badan
Selain berat badan dipertahankan stabil, mereka yang mulai kelebihan berat badan, bisa diturunkan dengan melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu secara rutin. Kelebihan gajih di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan berjalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.

5. Mencegah kencing manis
Dengan membiasakan berjalan kaki melaju sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases).

Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa perlu minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa berjalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes.

6. Mencegah osteoporosis
Dengan gerak badan dan berjalan kaki cepat, bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis.

Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.

7. Meredakan encok lutut
Lebih sepertiga orang usia lanjut di Amerika mengalami encok lutut (osteoarthiris). Dengan membiasakan diri berjalan kaki cepat atau memilih berjalan di dalam kolam renang, keluhan nyeri encok lutut bisa mereda. Untuk mereka yang mengidap encok lutut, kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselang-seling, tidak setiap hari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri.

Satu hal yang perlu diingat bagi pengidap encok tungkai atau kaki: jangan keliru memilih sepatu olahraga. Kita tahu, dengan semakin bertambahnya usia, ruang sendi semakin sempit, lapisan rawan sendi kian menipis, dan cairan ruang sendi sudah susut. Kondisi sendi yang sudah seperti itu perlu dijaga dan dilindungi agar tidak mengalami goncangan yang berat oleh beban bobot tubuh, terlebih pada yang gemuk.

Bila bantalan (sol) sepatu olahraganya kurang empuk, sepatu gagal berperan sebagai peredam goncangan (shock absorber). Itu berarti sendi tetap mengalami beban goncangan berat selama berjalan, apalagi bila berlari atau melompat. Hal ini yang memperburuk kondisi sendi, lalu mencetuskan serangan nyeri sendi atau menimbulkan penyakit sendi pada mereka yang berisiko terkena gangguan sendi.

Munculnya nyeri sendi sehabis melakukan kegiatan berjalan kaki, bisa jadi lantaran keliru memilih jenis sepatu olahraga. Sepatu bermerek menentukan kualitas bantalannya, selain kesesuaian anatomi kaki. Kebiasaan berjalan kaki tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah sekalipun, bisa memperburuk kondisi sendi-sendi tungkai dan kaki, akibat beban dan goncangan yang harus dipikul oleh sendi.

8. Depresi
Bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu pasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin. Studi ihwal terbebas dari depresi dengan berjalan kaki sudah dikerjakan lebih 10 tahun.

9. Kanker
Kanker juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma). Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.
Baca Selengkapnya»»

Jumat, 21 Januari 2011

Tips Agar Tampak Awet Muda

Sering orang mengeluhkan keadaan kulit terutama wajah yang tampak lebih tua daripada umur yang sebenarnya.

Berikut ini delapan tips agar Anda tetap tampil awet muda:

1.Tetap merasa bahagia

Merasa bahagia merupakan salah satu kunci utama agar tetap tampil awet muda. Dalam setiap kegiatan, usahakan agar apa yang Anda kerjaan sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Hindari rasa stres serta perasaan bersalah maupun tertekan karena paksaan orang lain. Ingatlah bahwa apa yang anda rasakan akan tercermin pada raut wajah Anda. Orang yang sedang merasa bahagia, maka wajahnya juga terlihat berseri-seri, santai dan nampak lebih muda daripada usia yang sebenarnya.

2.Usahakan Banyak bergerak

Dalam sehari luangkan waktu untuk berolahraga seperti joging, jalan santai, bersepeda maupun berenang sekitar setengah jam setiap hari. Dengan olahraga maka resiko terkena steoporosis, serangan jantung dan kanker pun akan mengecil. Olahraga teratur juga dapat memperkuat tulang, meningkatkan fleksibilitas otot, serta mengurangi stres, karena sel-sel di dalam tubuh mendapat lebih banyak oksigen.

3.Konsumsi vitamin C

Vitamin C bisa diperoleh dengan mengkonsumsi buah-buahan segar seperi jeruk, sayur-mayur berwarna hijau seperti brokoli atau suplemen vitamin C yang banyak dijual di apotek dengan dosis sebanyak 1000 mg perhari. Vitamin C bisa meningkatkan daya tahan tubuh, melindungi tubuh dari efek yang ditimbulkan oleh polusi dan mengurangi risiko terkena kanker.

4. Konsumsi air putih

Di samping konsumsi vitamin C, perbanyak juga minum air putih. Meminum air putih minimal 8 gelas per hari dapat memperlancar kerja organ tubuh, menjaga kesegaran kulit, serta mengurangi stres.

5.Gunakan pelindung UV

Salah satu faktor utama penyebab penuaan dini adalah matahari. Oleh karena itu, usahakan gunakan selalu lotion pelembab secara teratur setiap hari, terutama jika akan bepergian di siang hari agar kulit tetap segar, lembab serta tidak terbakar oleh sinar matahari.

6.Istirahat cukup

Setiap Manusia membutuhkan tidur sedikitnya 8 jam setiap hari. Istirahat yang cukup akan  bermanfaat untuk menghindari terbentuknya kantung mata, wajah kusam dan kulit keriput.

7.Penampilan yang Baik

Meski usia terus bertambah, namun kita harus tetap perhatikan penampilan. Gunakanlah make-up yang tipis untuk kesan natural dengan tetap memperhatikan kondisi serta jenis kulit Anda.

8.Tetap Percaya Diri

Orang yang selalu pesimis tentunya tidak percaya diri, gampang putus asa, sehingga  bisa berakibat depresi. Tetaplah berusaha menjadi orang yang optimis dalam segala hal, sebab dengan optimis akan membuat pikiran kita terbuka sehingga hidup akan lebih sehat.
Baca Selengkapnya»»